- Doa Nabi Yusuf 'Alaihis Salam:
تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
“Wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang shaleh.” (QS. Yuusuf: 101)
- Doa tukang sihir Fir’on yang telah bertaubat,
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ
“Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu).” (QS. Al-A’raaf: 126)
2. Doa diteguhkan di atas hidayah,
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)." (QS. Ali Imran: 8)
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ
“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu." (HR. Ahmad dan at Tirmidzi)
3. Doa agar diselamatkan dari godaan setan saat mengalami sakaratul maut.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَرَمِ وَالتَّرَدِّي وَالْهَدْمِ وَالْغَمِّ وَالْحَرِيقِ وَالْغَرَقِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَنْ أُقْتَلَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا
“Ya Allah, sunguh aku berlindung kepada-Mu dari pikun, terjatuh dari ketinggian, keruntuhan bangunan, kedukaan, kebakaran, dan tenggelam. Aku berlindung kepada-Mu dari penyesatan setan saat kematian, terbunuh dalam kondisi murtad dan aku berlindung kepada-Mu dari mati karena tersengat binatang berbisa.” (HR. Al-Nasai dan Abu Dawud. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Al-Jami’: no. 1282)
Makna berlindung dari penyesatan syetan ketika datang kematian adalah dikuasai olehnya ketika berpisah dari dunia sehingga setan berhasil menyesatkannya, menghalanginya dari taubat, menghambatnya dari memperbaiki dirinya dan meninggalkan kezaliman yang telah diperbuat sebelumnya. Atau menjadikannya putus asa dari rahmat Allah, membenci kematian dan berat meninggalkan dunia sehingga dia tidak ridha dengan ketentuan Allah padanya berupa kematian dan berpindah ke negeri akhirat. Akibatnya dia mengakhiri hidupnya dengan keburukan dan bertemu Allah dalam kondisi murka kepadanya. (Disarikan dari keterangan Imam al-Khathabi dalam Hasyiyah al-Suyuthi).
DOA UNTUK KESEMBUHAN SEGALA PENYAKIT DAN SOLUSI SEGALA PROBLEM KEHIDUPAN
Rabu, 17 Mei 2017
Sabtu, 17 September 2016
MUQODDIMAH
Assalamualaykum
Segala puji hanya milik Allah tuhan semesta alam.
Sholawat salam senantiasa tercurah ke hadapan baginda nabi besar Muhammad ﷺ beserta keluarga dan para sahabatnya juga kepada pengikut setia dari kalangan umatnya hingga hari kiamat amiiin
Maka sesudahnya muqoddimah marilah kita sama-sama merenungi firman Allah dilam al Qur'an:
ادعوني أستجب لكم
“Berdoalah padaKu (Allah) maka Aku (Allah) akan menerima kalian”.
Dari ayat di atas dapat kita fahami bahwa berdoa adalah bagian dari perintah Allah yang saudah barang tentu akan berbuah fahala bagi orang yang ikhlas karena Allah melakukannya terlepas dari di ijabah atau tidaknya do'a tersebut.Artinya berdo'a itu tidak ada ruginya, jika kita berdo'a karena melaksanakan perintah Allah di ijabah atau tidak kita tetap mendapat fahala.
Segala puji hanya milik Allah tuhan semesta alam.
Sholawat salam senantiasa tercurah ke hadapan baginda nabi besar Muhammad ﷺ beserta keluarga dan para sahabatnya juga kepada pengikut setia dari kalangan umatnya hingga hari kiamat amiiin
Maka sesudahnya muqoddimah marilah kita sama-sama merenungi firman Allah dilam al Qur'an:
ادعوني أستجب لكم
“Berdoalah padaKu (Allah) maka Aku (Allah) akan menerima kalian”.
Dari ayat di atas dapat kita fahami bahwa berdoa adalah bagian dari perintah Allah yang saudah barang tentu akan berbuah fahala bagi orang yang ikhlas karena Allah melakukannya terlepas dari di ijabah atau tidaknya do'a tersebut.Artinya berdo'a itu tidak ada ruginya, jika kita berdo'a karena melaksanakan perintah Allah di ijabah atau tidak kita tetap mendapat fahala.
Dari ayat diatas kita juga seharusnya faham dan yaqin bahwa Allah ta'ala akan menjawab do'a kita,sebab dalam ayat ini Allah berjanji akan memenuhi doa hambanya,hanya saja perlu kita ketahui bahwa bentuk ijabahnya doa itu tidak selalu harus terpenuhinya apa yang kita pinta, tapi Allah akan memberi apa yang lebih kita butuhkan sebagai penggantinya, karena sesungguhnya Allah maha mengetahui dan kita tidak mengetahui apa yang Allah ketahui.
Allah berfirman:
ﻭَﻋَﺴَﻰٰٓ ﺃَﻥ ﺗُﺤِﺒُّﻮا۟ ﺷَﻴْـًٔﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﺷَﺮٌّ ﻟَّﻜُﻢْ ۗ ﻭَٱﻟﻠَّﻪُ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻭَﺃَﻧﺘُﻢْ ﻻَ ﺗَﻌْﻠَﻤُﻮﻥ
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS Al Baqoroh 216)
Dan betapa indahnya kata hikmah yang di tulis oleh Ibnu Athoillah Assakandary:
“Allah tidak selalu memberikan apa yang kita minta, akan tetapi Allah akan selalu meberi apa yang kita butuhkan.”
Allah berfirman:
ﻭَﻋَﺴَﻰٰٓ ﺃَﻥ ﺗُﺤِﺒُّﻮا۟ ﺷَﻴْـًٔﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﺷَﺮٌّ ﻟَّﻜُﻢْ ۗ ﻭَٱﻟﻠَّﻪُ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻭَﺃَﻧﺘُﻢْ ﻻَ ﺗَﻌْﻠَﻤُﻮﻥ
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS Al Baqoroh 216)
Dan betapa indahnya kata hikmah yang di tulis oleh Ibnu Athoillah Assakandary:
“Allah tidak selalu memberikan apa yang kita minta, akan tetapi Allah akan selalu meberi apa yang kita butuhkan.”
Langganan:
Postingan (Atom)